Chinese French German Japanese Korean Russian
Powered By google
Thank you for visiting my page.MIXMINGLE always update information about international news, national news, life style, and others. Created by Nanda Krista Pryanka.

DESKTOPOGRAPHY

King by Andy Burdin.

DESKTOPOGRAPHY

It´s time by Olli-Pekka Jauhiainen.

DESKTOPOGRAPHY

Magnus by Anthony Harmon.

DESKTOPOGRAPHY

Connected by Julien Morel.

DESKTOPOGRAPHY

Something floats by Febby Tan.

Showing posts with label Trend n Fashion. Show all posts
Showing posts with label Trend n Fashion. Show all posts

Wednesday, June 22, 2011

Unik, Kalung dari Rambut Lengkapi Penampilan

Unik, kalung dari rambut lengkapi penampilan. (Foto: Femalefirst) 
Unik, kalung dari rambut lengkapi penampilan. (Foto: Femalefirst)
KETIKA Anda berpikir fesyen tidak bisa menciptakan sesuatu yang aneh dan selalu melingkupi hal-hal yang indah, maka Anda salah. Pasalnya, tak ada yang tidak mungkin dalam fesyen. 

Mahasiswa Middlesex University, Howley Kerry (23) yang berasal dari Cambridge telah menciptakan kalung unik yang seluruh materialnya terbuat dari rambut manusia. Mahasiswa jurusan perhiasan BA ini menggunakan rambut milik ibu teman-temannya, dan menggunakan polawallpaper sebagai inspirasi kalung rancangannya.

Kerry rupanya tidak kesulitan membuat kalung dari rambut manusia. Ia hanya memakai mata gergaji yang sudah tumpul untuk menggabungkan rambut-rambut tersebut, sehingga terciptalah kalung rambut yang menarik. Demikian yang dinukil dari Femalefirst, Rabu (22/6/2011).

"Kalung ini terbuat dari rambut manusia, bahan yang kita kenal, dan bangga bisa digunakan. Meski pada mulanya saya sempat ragu memanfaatkan rambut ini dipakai atau dibuang saja. Ke depan, saya berharap bisa menciptakan kalung dari rambut yang lebih menarik lagi," janjinya.

Kalung unik dari rambut ini berhasil meraih penghargaan Arthur Silver Award 2011 dari Museum of Domestic Design and Architecture’s. Koleksi ini akan ditampilkan bersama karya dari siswa jurusan perhiasan lainnya di acara “New Designers 2011”, di Middlesex University, London.

Hanif Nanjaya Fashion Show di Dalam Resto

(Foto: Septyantoro/SUN TV) 
(Foto: Septyantoro/SUN TV)
BANYAK cara untuk menarik perhatian tamu atau pelanggan. Sebuah hotel di Solo, Jawa Tengah, menggelar peragaan busana yang dikemas dalam jamuan makan siang ala hotel berbintang empat.

Peragawati berlenggak-lenggok di runway tentu bukan sebuah pemandangan aneh. Dengan panggung dan tata lampu yang mendukung, koleksi sang desainer dibawakan dan bisa dinikmati secara apik.

Namun, apa jadinya bila catwalk itu harus pindah ke dalam restoran? Unik, seperti dilakukan desainer asal Solo, Hanif Nanjaya.

Desainer kelahiran 9 Januari 1978 ini mengusung tema “Cantiknya Indonesia“ pada fashion show yang digelar di Narendra Resto, The Sunan Hotel. Pemilik brand Chilli House Kebaya ini ingin menunjukkan kecintaannya pada busana nasional sekaligus menonjolkan sisi kreatif lewat rancangan dan koreografi.

Peragaan busana jelas menghibur tamu restoran yang ternyata tidak hanya bisa menikmati sajian makan siang. Apalagi, acara dihelat mulai pukul 11.30 WIB-14.00 WIB. Diharapkan, acara seperti ini memicu desainer lain untuk ikut berkarya sekaligus sebagai referensi berbusana.

Saat Gairah Mode Desainer Muda Membuncah

Koleksi lulusan Esmod (Foto: Runi/Okezone) 
Koleksi lulusan Esmod (Foto: Runi/Okezone)
GEJOLAK desainer muda yang membuncah ditandai dengan penciptaan karya desain nan meletup-letup. Kekhasan itu pula yang tampak pada parade Esmod Fashion Festival 2011.

Jejak mode seorang desainer baru akan diakui masyarakat lewat penciptaan karya yang mereka lahirkan. Dalam fase tersebut, para desainer akan diuji langsung oleh masyarakat perihal desain yang ditelurkannya. Berbagai pendapat serta respons menjadi ajang uji nyali bagi para desainer yang baru menginjakkan kaki di kancah dunia mode tanah air.

Fase itupun dirasakan betul oleh para desainer lulusan sekolahfashion design bertaraf internasional, Esmod. Dalam 15 tahun perjalanannya, Esmod telah melahirkan 636 siswa berbakat yang mewarnai dunia mode Indonesia dan mancanegara. Dan tahun ini, acara kelulusan Esmod bernafas spesial dari sebelumnya. Untuk pertama kalinya, sekolah yang didirikan pada tahun 1841 ini mengajak serta para alumninya untuk turut berpatisipasi dalam Esmod Fashion Festival 2011 yang diadakan selama 4 hari.

Memasuki hari ketiga di mana menampilkan slot para alumnus, gairah mode para kawula muda tampak begitu kental. Ketiga desainer jebolan Esmod tahun 2009, yakni Intan Ayundavira, Sarah Beatrice, dan Evelyn Fransisca mempersembahkan busana yang khas dengan letupan-letupan gairah muda.

Gaya edgy, kasual, dan seksi yang identik dengan anak muda masa kini berusaha ditampilkan lewat potongan busana rancangan mereka.

Intan, misalnya, menampilkan sisi fresh anak muda lewat potongan busana multifungsi. "Saya menampilkan desain ready-to-wear yang kasual dan bisa diubah-ubah bentuknya. Banyak elemen kancing yang saya pakai sehingga busananya bisa digunakan dengan berbagai gaya. Untuk urusan warna, saya bermain dengan warna cerah dan manis sesuai tema ‘Love is Endless’ yang saya angkat," ujarnya saat sesi konferensi pers di Pacific Place, Jakarta, Rabu (22/6/2011).

Rekan lainnya Sarah Beatrice pun tak jauh berbeda. Dara muda yang mengusung tema “Au Revoir” ini menuangkan perasaannya pada koleksi yang ditawarkannya. “Au Revoir” yang dalam bahasa Prancis berarti perpisahan ini diterjemahkan Sarah lewat busana simpel dengan permainan “cutting” dan detail.

Desainer lainnya yang mengisi sekuel awal hari ketiga pergelaran Esmod Fashion Festival ini adalah Evelyn Fransisca. Eve, biasa gadis ini disapa, menuangkan idealismenya yang berkarakter seksi, edgydan androgyny dalam busananya yang umumnya berwarna nude. Lewat tema “Aiden”, Eve mempresentasikan 10 outfit kreasi cocktail dress dengan siluet ramping dan cutting yang menarik. "Saya ingin menampilkan karakter wanita seksi dengan nuansa feminin dan strong," ulasnya.

Secara keseluruhan, ketiga desainer yang baru dua tahun merintis karier di dunia mode ini mengutarakan harapannya. "Meskipun masih baru, kami berharap desain idealis kami bisa diterima di masyarakat dan bisa mengharumkan dunia mode di kancah nasional dan internasional," harap mereka.